Select Language

Featured Articles

Upcoming Events

No events found

     Jalan Di desa Olak Kemang dan Desa Pelayangan yang menghubungkan ke jalan utama kota Sebrang, Jambi, mulai terlihat tertutup oleh genangan air yang terjadi akibat hujan deras yang turun dari seminggu terakhir di wilayah tersebut, Senin (21/11/2016).

"Hujan pagi tadi mulai turun pukul 08.20 Wita dan langsung deras. Sekitar 30 menit kemudian air mulai menggenangi jalan. Persis jam 9, ketika lihat lagi ke jalan, sudah banyak motor yang mulai terendam air dan  mulai sulit untuk berjalan," ujar Rodiah, warga Kampong Tengah.

Minggu (27/11/2016) sore kemarin, jalan itu juga tergenang banjir akibat hujan sejak subuh.

Rodiah mengaku terhambat untuk pergi bekerja karena pasti air yang ada di sungai Batanghari akan jauh lebih tinggi dari biasanya. Hal tersebut terjadi di akibatkan oleh hujan yang turun terus menerus. Menurut dia, bencana ini sudah sering terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya.

Warga Jambi Kota Seberang atau yang biasa di sebut SeKoJa mengkonfirmasi adanya insiden banjir yang kabarnya sudah hampir memasuki rumah warga. Sebagaimana yang terlihat, peristiwa ini dipicu oleh hujan yang terus terus menerus terjadi dan mengakibatkan air di Sungai Batanghari mengalami kenaikan drastis.

Anggun Lestari, salah satu mahasiswa PPl yang mengajar di SMP N 3 kota Jambi yang berasal dari Universitas Jambi, mengatakan bahwa air perlahanlahan mulai sangat tinggi Senin (28/11.2016) dan meresahkan sebagian besar murid yang berasa di SMP ini karena dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar yang seharusnya dapat berjalan dengan lancar.

Tidak hanya murid, air yang sudah sampai hingga batas lutut warga ini juga sangat meresahkan, di karenakan banyak penyakit yang mulai berdatangan diakibatkan oleh genangan air yang menimbulkan sarang nyamuk serta bermacam macam penyakit seperti Diare dan juga gatal gatal.

Sejumlah jalan yang direndam banjir pagi hingga siang ini bukan hanya desa yang telah disebutkan diatas. Sejumlah tempat lain juga tergenang, seperti Pasir Panjang, Tanjung Pasir, Tanjung Raden dan sebagian desa lainnya juga merasakan bencana ini.

Banjir bukan hanya merendam jalan raya, tetapi juga masuk ke beberapa rumah warga,yang rendah di bagian belakang kota sebrang. Warga harus menaiki sampan atau perahu untuk sampai ke jalan raya dari rumah mereka.

Tidak hanya itu, bahkan banyak anak yang bisa memancing ikan akibat genangan air yang perlahan menjadi semakin tinggi. Banyak warga merasa resah diakibatkan air yang mulai menggenangi sebagian isi rumah nya. Tetapi tidak bisa di pungkiri banyak pula warga yang terbantu dalam mencari ikan sebagai sumber pencarian mereka. Karena hampir 80% warga sebrang bermata pencarian sebagai nelayan di daerah tersebut.

Banyak pula muda mudi yang membantu memindahkan barang-barang mereka ke area yang lebih tinggi agar tidak terkena genangan air. Rumah warga di desa ini hampir semua nya terbuat dari bahan dasar kayu atau papan. Tetapi masih terlihat kokoh walau hampir setiap tahun merasakan bencana ini.

" Kalau Dulu tuh banjir kadang sampai ke atas lutut lebih, sampai-sampai semua barang habis tergenang aek. Tapi ini masih lumayan idak semua rumah tergenang aek lalu jugo aek nya baru sebatas betis anak “ kata Waksam warga Tahtul Yaman, Jambi Sebrang.

Walaupun tidak terlalu memprihatinkan tetepi warga kota Sebrang tetap harus berhati-hati dan selalu waspada untuk menjaga kesehatan mereka agar terhindar dari penyakit yang ada.

-Detry, Rizki Izefti-

Student Journalism