Select Language

Featured Articles

Upcoming Events

No events found

Dalam menyikapi isu global warming yang sedang mengancam bumi saat ini, rasanya tidak adil kalau tidak melihat isu-isu besar dunia yang potensial memicu konflik besar di jagad ini. Isu Palestina menjadi salah satu isu besar itu. Sebagai Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tentu saja Indonesia harus mengambil peran penting dalam usaha perdamaian di semenanjung Arab ini. Meski mungkin untuk saat ini Indonesia hanya bisa menyumbangkan dalam bentuk pikiran dalam usaha mencari jalan damai untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Mendengar nama Palestina, tentu saja ini sangat mengusik perasaan Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, karena di Palestina selain juga berpenduduk Muslim, di sana juga berdiri masjid Al-Aqsa yang sangat berarti dalam sejarah perkembangan Islam dunia. Tetapi juga sebetulnya ikatan emosional dengan Palestina ini tidak hanya dari kalangan Islam, melainkan juga dari kalangan Kristen dunia, karena di Palestina tepatnya di kota Yerusalem merupakan daerah tempat kelahiran Isa Al-Masih. Jadi kemerdekaan Palestina tidak hanya penting bagi dunia Islam tetapi juga penting untuk dunia Kristen.

Bicara tentang Palestina dan kepentingannya, tentu saja kita sebagai Muslim harus adil. Sebab kemerdekaan dan ketenangan Palestina tidak mungkin akan didapatkan jika Israel masih terus memperluas daerah pemukimannya di Palestina. Cara terbaik untuk menyelesaikan konflik ini, tidak ada jalan lain kecuali membawa kasus ini kemeja perundingan, tetapi tentu saja dengan pendekatan baru.

Untuk menekan Israel agar mau kemeja perundingan, ini harus dilakukan oleh para Pemimpin Negara-Nagara Arab dan Islam, Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia,bahkan kalau perlu melibatkan semua negara yang ada didunia untuk menjadi saksi. Dan ini dilakukan di bawah komando PBB. Dalam kasus Israel, peran Amerika serikat, Dunia Islam, Uni Eropa dibawah komando PBB menjadi sangat penting.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah Amerika Serikat,Uni Eropa dan negera-negara pendukung Israel, harus mau mengakui dan menanda tangani Kemerdekaan Palestina, dan kemudian diikuti oleh negara-negara pendukung Palestina. Selanjutnya negara-negara pendukung Palestina menanda tangani kemerdekaan (keberadaan) Israel. Ini suka atau tidak, harus dilakukan oleh dunia Islam, karena kalau tidak dilakukan, tidak mungkin Israel dan Negara-Negara pendukungnya akan mengakui kemerdekaan Palestina. Dan tentu saja kedamaian di Palestina akan sulit terwujud.

Satu hal yang dikhawatirkan oleh dunia Islam, tentang Israel ini. Yaitu bahkan hampir semua kitab Suci pun mengingatkan untuk tidak melakukan perjanjian apapun dengan Israel, karena Israel dikenal sangat suka melanggar perjanjian. Untuk itu penekanan perjanjian perdamaian ini harus dilakukan dengan negara-negara pendukung Israel.Tentu saja harus diikuti dengan adanya sangsi bagi siapapun dari kedua negara tersebut, yang melakukan pelanggaran perdamaian.Dan jika misalnya Israel melakukan pelanggaran, maka Negara-Negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak akan membela Israel. Dan Negara-Negara pendukung Palestina berhak memberi sanksi perang atau boikot terhadap Israel, dibawah panji PBB. Dan ini juga dilakukan untuk Palestina jika seandainya Palestina melanggar.

Demikian opini tentang Save Palestina ini, yang tentu saja hanya bersifat opini. Dan ini didorong oleh keprihatinan yang mendalam terhadap penderitaan Rakyat Palestina, yang kemudian juga atas kesadaran bahwa tidak mungkin menghapuskan Israel dari peta dunia. Sebab bagaimanapun murkah-Nya Tuhan Yang Maha Kuasa atas pelanggaran-pelanggaran Israel,tetapi tidak lantas membuat kita sebagai hamba-Nya mengambil hak Allah ini,untuk membumi hanguskan Israel misalnya, karena belum tentu Allah menghendaki hal itu terjadi (Wallahu’alam bisyawab). Dan langkah yang bisa kita lakukan hanyalah mengusahakan perdamaian dunia. Semoga perpolitikan dunia akan menjadi lebih baik dan damai.

-Detry, Rizki Izefti-

Student Journalism