Select Language

Featured Articles

Upcoming Events

No events found

Student Journalism

Rencana penghapusan UN tuai Pro dan Kontra

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi akan menghapus Ujian Nasional. Alasannya, UN tidak menentukan kelulusan peserta didik.

Lalu, bagaimana seleksi di Perguruan Tinggi dilakukan? Perguruan tinggi negeri bakal mengubah komponen penilaian dalam penerimaan mahasiswa baru terkait rencana penghapusan UN.

Terkait komponen penilaian SNMPTN yang merangking mata pelajaran yang di-UN-kan, kata dia, pihaknya akan mempertimbangkan akreditasi sekolah.

Rektor Universitas Negeri Jambi Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph. D. mengatakan, bila pemerintah meniadakan UN pada tahun depan, penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN otomatis ikut berubah.

"Kalau rencana itu terwujud, tinggal kita hapus penilaian tentang nilai UN. Penghapusan bisa dilakukan secara sistemik," kata Johni seperti dikutip dari Tribun,  Sabtu (26/11/2016).

Johni mengatakan, UN SMA/SMK tidak mungkin didesentralisasi ke provinsi karena ukuran standarnya bakal berbeda. "Nanti pasti tetap ada ukuran nasional. Standarnya itu ada," ujar dia.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya bakal menunggu petunjuk dari pemerintah pusat untuk detail implementasinya.

"Tidak lama lagi soal UN ini dibahas di rapat terbatas oleh Presiden. Kita menunggu saja," ujar Johni.

Sementara Rektor Universitas Airlangga (Unair) Moh Nasih menyatakan, rencana penghapusan UN tidak akan berdampak besar terhadap SNMPTN karena ketika SNMPTN berlangsung tidak banyak data UN yang masuk.

"Terbitnya nilai UN biasanya terlambat satu hari dengan pengumuman SNMPTN. Bagaimana pakainya?" ujar Nasih.

Terkait komponen penilaian SNMPTN yang merangking mata pelajaran yang di-UN-kan, kata dia, pihaknya akan mempertimbangkan akreditasi sekolah.

"Tahun lalu kita menilai setiap SMA/SMK. Kita nilai dengan akreditasi sekolah itu. Akreditasi kita pertimbangkan. Termasuk kuota untuk masing-masing akreditasi ketika di SNMPTN," tutur Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair ini.

Penilaian menggunakan akreditasi sekolah, kata dia, mencakup delapan standar pendidikan nasional. Di dalamnya terdapat standar kurikulum, sarana dan prasarana sekolah, standar penilaian pendidikan, standar proses pendidikan dan lain-lain.

"Akreditasi menjadi penting, jadi tetap saja kriteria itu masuk akreditasi," kata Nasih..

"Kita akan prioritaskan dulu ujian SMA/SMK dan PKLK sesuai kewenangan kita. Sementara jenjang SD, SMP dan kejar paket A, B dan C akan diselenggarakan daerah masing-masing," kata Azhari.

Azhari mengaku pihaknya sudah mengalokasikan dana untuk UN SD/MI se-Jambi. Namun dengan adanya desentralisasi UN, maka pihaknya berencana mengalihkan anggaran tersebut untuk pelaksanaan ujian SMA/SMK.

"Untuk UN SD sekitar Rp 9 miliar. Tapi kita butuh anggaran untuk UN SMA/SMK sekitar Rp 20 miliar-Rp 25 miliar," kata dia.

Untuk melaksanakan ujian ini, kata Saiful, baik provinsi maupun daerah tetap harus mengacu pada standar nasional yang akan dirumuskan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Sedangkan untuk pembuatan butir-butir soal dapat dilakukan oleh masing-masing daerah.

"Jadi kalau bobot soal akan tetap sama antar satu daerah dengan daerah lain, tapi butir soalnya yang mungkin beragam," kata dia.

Untuk seleksi masuk ke jenjang SMA/SMK, Azhari belum yakin apakah akan menggunakan nilai dari ujian SMP/MTs yang diselenggarakan kabupaten/kota.

"Tapi kembali lagi ini soal kesiapan anggaran. Nanti kita akan bicarakan dengan berbagai pihak agar pelaksanaannya tetap baik," kata Azhari.

Akhirnya setelah sekian lama pergulatan di pemerintahan tentang penyelenggaraan Ujian Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, memutuskan menghapus penyelenggaraan Ujian Nasional mulai tahun 2017 hingga seterusnya. Perubahan ini membuat beberapa hal yang berkaitan dengan Ujian Nasional tidak akan dirasakan lagi oleh para siswa siswi yang ada di seluruh Indonesia. Apa saja? Inilah beberapa hal unik yang takkan dirasakan oleh siswa tingkat akhir.

Muhasabah
Tiap tahun, sebelum dilaksanakan Ujian Nasional setiap sekolah akan mengadakan muhasabah atau malam renungan. Seluruh siswa akan dikumpulkan dalam satu ruangan untuk berdoa dan introspeksi diri agar siap keesokan harinya. Tentunya ketika Ujian Nasional ditiadakan, para siswa dan siswi tidak akan merasakan hal ini lagi.

Kedatangan Pejabat
Kedatangan pejabat kala meninjau Ujian Nasional juga tidak akan dirasakan para siswa tingkat akhir saat ini. Biasanya pejabat ini datang beserta kepala polisi dan berbagai rombongannya sehingga menimbuklan derap sepatu yang keras dan memecah konsentrasi para peserta ujian. Bila Ujian Nasional tidak diadakan lagi, tentunya hal ini tidak akan dilakukan lagi.

Jual Beli Kunci UN
Sudah mendarah daging bagi seluruh siswa yang mengikuti ujian akhir untuk membeli kunci jawaban. Meski sekolah sudah melarang hal ini terjadi, tetap saja siswa mendapatkan caranya memperoleh kunci jawaban dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Ketika Ujian Nasional dihapuskan, tentu saja praktik ini akan seketika hilang.

Bimbel UN dan Buku Kisi-Kisi UN 
Nasib para penyelenggara bimbel akan berubah ketika Ujian Nasional ditiadakan. Tidak akan ada lagi promosi besar-besaran mengenai lulus UN 100% yang terpampang di iklan bimbel. Buku kisi-kisi Ujian Nasional juga tidak akan terbit lagi, sehingga para siswa tidak merasakan belajar mandiri dengan soal yang sudah memililki kunci jawaban lengkap dibelakangnya.

Berita Kecurangan UN
Media di Indonesia akan berhenti menyiarkan berita kecurangan Ujian Nasional di berbagai daerah, kritik masyarakat akan sulitnya Ujian Nasional, dan berbagai dialog yang mempersoalkan Ujian Nasional tanpa solusi nyata. Jadi minggu-minggu menjelang ujian sekolah akan jadi lebih damai dari berita-berita negatif yang keluar dari media.

BEKERJA UNTUK MEMBANTU BUKAN UNTUK MELANGGAR

Di tengah-tengah gemericik hujan yang turun di kawansan Wisata Puncak Bogor,  seorang pria paruh baya dengan berseragam celana coklat, topi abu-abu, kemeja putih dengan dibalut rompi petugas polisi justru sibuk dengan tugasnya mengatur parkiran di pinggir Jalan Raya Puncak KM 77 Cisarua Bogor. Nampak wajah yang begitu bersahaja menyapa para pengendara kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor yang hendak parkir di lahan parkirnya.

 

Pria kelahiran 40 tahun silam itu bernama lengkap Jamaludin, merupakan ayah dari tiga orang anak hasil penikahan dengan istrinya bernama Handayani. Menurutnya, ia telah bertugas sebagai tukang parkir di Jalan Raya Puncak sejak 15 tahun yang lalu. “Saya bekerja sebagai tukang parkir di sini sekitar 15 tahun yang lalu, setelah memiliki satu anak. Tugas saya di sini sih bukan hanya memarkirkan kendaraan, kadang saya juga membantu warga untuk menyebrang jalan”ucapnya sambil tersenyum.

 

Di kawasan wisata Puncak sendiri area parkir di pinggir jalan raya sangat mudah ditemui, dari mulai keluar Tol Jagorawi hingga ke daerah Cipanas. Hal tersebut sangat berarti bagi warga sekitar, karena memunculkan ‘lahan kerja’ bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap seperti halnya Pak Jamaludin.  Keramaian lalu-lintas kawasan wisata Puncak memang tak terbantahkan lagi, dengan panorama alam yang menakjubkan, menjadikan Puncak sebagai tempat tujuan wisata yang dapat menghilangkan penat rutinitas kegiatan sehari-hari. Menurut Pak Jamal, per harinya beliau dapat penghasilan sekitar 20 hingga 40 ribu rupiah, cukup tidaknya penghasilan tersebut ia terima dengan lapang dada. “Setiap hari paling saya dapat 20 rebu kalau lagi sepi, kalau lagi rame saya bisa mendapatkan uang sekitar 50 rebu.Penghasilan berapa pun saya    mah terima-terima aja, yang penting masih bisa makan” ujarnya dengan logat bahasa sunda yang kental.

Profesi Pak Jamal sebagai tukang parkir jalanan justru kontradiktif dengan kebijakan pemerintah tentang ketersedian ruang parkir dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 Pasal 34 ayat 3. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa fasilitas parkir di dalam Ruang Milik Jalan hanya dapat diselenggarakan di tempat tertentu yaitu pada jalan kabupaten, jalan desa, atau jalan kota yang harus dinyatakan dengan rambu lalu lintas dan atau Marka Jalan.

Tentang peraturan tersebut Pak Jamal tidak mengetahuinya sama sekali, ia selama ini nyaman-nyaman saja sebagai tukang parkir di Jalur Puncak. Tidak pernah ada petugas keamanan atau polisi yang menegurnya. “Selama saya bertugas, saya tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu sama sekali tentang peraturan-peraturan lalu lintas, malahan saya dikasih rompi sama petugas polisi karena dianggap pekerjaan saya telah membantu tugas beliau. Ini rompinya yang saya pakai” ujarnya sambil menunjukkan rompi yang sedang ia pakai. Dengan rompi yang ia pakai, pak Jamaludin mengaku semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Baginya itu sebuah tanda bahwa pekerjaan yang digelutinya selama ini telah berjasa bagi orang lain dan telah diakui oleh instansi kepolisian.

Di era sekarang dengan daya persaingan yang tinggi, Pak jamal tidak memiliki pilihan pekerjaan lain. Pendidikan terakhirnya yang tidak sampai tamat sekolah dasar membuatnya sulit mencari pekerjaan. Walau dengan penghasilan yang sangat pas-pasan ia tetap bertahan dalam pekerjaannya. Tak terbayangkan olehnya jika harus kehilangan pekerjaan yang telah bertahun-tahun ia geluti. Karena pekerjaannya ini, Pak Jamal begitu dikenal oleh warga sekitar bahkan ia dikenal oleh para petugas Polantas.

Meskipun di sisi lain, keberadaan lahan parkir di sepanjang Jalan Raya Puncak sedikit-banyak berkontribusi terhadap kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di Kawasan Wisata Puncak, namun menurut Pak Jamal, infrastruktur jalan yang sudah tidak sebanding dengan kendaraan masuk dan melintaslah yang menjadi masalah utama kemacetan di kawasan Puncak selama ini. “Sebenarnya di sini bukan kita yang bikin macet. Jalannya seukuran begini, kendaraan yang lewatnya banyak banget mas, wajar aja macet. Polisinya yang ngatur juga kewalahan. Kita malah sering bantu mereka ngatur jalanan”.

Penduduk sekitar pun sangat menghargai tugas Pak Jamal, karena membantu mereka dalam menyeberang jalan serta mengatur lalu lintas seperti halnya yang diutarakan oleh Pak Andi, tukang ojek di dekat lahan parkir Pak Jamal. “Ya, beliau sangat berjasa buat kita. Dia sering membantu orang-orang sini menyeberang jalan. Tahu sendiri Jalanan Puncak padet banget, dan turunannya curam. Jadi kita kadang takut untuk menyeberang apalagi kalau hari libur”.  Hal tersebut memang benar adanya, sekitar 40 ribu kendaraan tercatat melintas Gerbang Tol Ciawi seperti dikutip di akun twitter @TMCPolresBogor. Antrean kendaraannya hingga 10 KM.

Pak Jamal, seringkali membantu Polantas yang bertugas di dekat lahan parkirnya dalam mengatur lalu lintas jika ada kemacetan. Tidak ada harapan untuk mendapat imbalan apapun dari petugas polantas tersebut. Baginya itu juga merupakan tugasnya sebagai orang yang mendapat uang di jalanan.

Selain peduli akan kondisi jalanan, Pak Jamal juga begitu peduli terhadap keluarganya. Setiap ia pulang dari tugasnya, Pak Jamal langsung memberikan penghasilannya kepada istrinya.  Selanjutnya ia menghampiri anaknya yang semuanya masih duduk di bangku sekolah. Pak Jamal membagi-bagi pula penghasilannya kepada seluruh anaknya secara merata.

Jasa seorang tukang parkir sepertinya mungkin memang tidak akan pernah dianggap besar oleh orang lain. Namun baginya, semua yang dilakukan atas dasar ikhlas akan memiliki manfaat bagi orang lain. Tak mengenal hujan, atau bahkan di saat sakit pun ia akan berusaha bekerja semaksimal mungkin selama ia bisa melakukannya.

Istrinya yang setiap hari begitu mengandalkan penghasilan suaminya tersebut selalu memberikan dukungan yang maksimal baginya. “Istri dan anak saya adalah segalanya bagi saya. Mereka lah yang selama ini mendukukung saya dan menjadi tonggak semangat saya. Di jalanan orang tidak peduli akan kondisi saya. Saya bekerja untuk orang lain dan untuk membantu bukan untuk melanggar”.

Harapan Pak Jamal, jika memang ada kebijakan dari pemerintah yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai tukang parkir hendaknya disosialisasikan kepada beliau. Dan ia pun mengharapkan adanya pelatihan atau pengarahan tentang aturan-aturan lalu lintas yang ada.

“Peraturan lalu-lintas tentu harus kami taati, namun kami harus tahu dan mengerti tentang peraturan tersebut” ujarnya.

Pemblokiran Google, Youtube dan Kejar Tayang Revisi UU ITE

"Situs ini (google dan youtube) telah secara bebas untuk menebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa kontrol sedikit pun. Google dan Youtube telah memberikan dampak negatif bagi Indonesia, jika mereka tidak dapat mengontrol situs-situs yang mereka unggah untuk masyarakat," ungkap Sekjen Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jafar Hafsah dalam seperti ditulis dalam situs detik.com (7/6).

Dan organisasi cendikiawan muslim itu pun meminta pemerintah untuk memblokir situs google dan youtube. Sebuah permintaan yang mengejutkan dari sebuah organisasi yang mengatasnamakan dirinya kumpulan para cendikiawan. Kenapa demikian?

Bagaimana tidak, bila pemerintah mengikuti desakan ICMI dengan memblokir situs google dan youtube maka itu berarti justru akan berpotensi menutup akses informasi dan pengetahuan publik yang menggunakan internet. Selama ini banyak sekali informasi dan pengetahuan bermanfaat yang didapatkan pengguna internet melalui kedua situs itu.

Mungkin melalui kedua situs itu, pengguna internet juga bisa mendapatkan konten negatif, baik itu kekerasan atau pornografi. Namun, jika kemudian caranya adalah memblokirnya, itu sama saja dengan membunuh tikus dengan membakar rumahnya.

Terlepas dari itu semua, permintaan blokir situs sebenarnya bukan kali ini saja muncul di permukaan. Sudah seringkali permintaan blokir situs muncul dari berbagai pihak. Sebelumnya muncul desakan kepada pemerintah untuk memblokir situs yang dinilai menyebarkan paham kiri. Tak berapa lama kemudian muncul desakan untuk memblokir layanan aplikasi transportasi online.

Di Indonesia, semua pihak bisa saja mengusulkan pemblokiran sebuah website dan aplikasi online lainnya. Hal itu disebabkan aturan mengenai pemblokiran website di internet memang tidak jelas di negeri ini.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan mudah saja memblokir sebuah website atau layanan online. Jika muncul gugatan masyarakat, pemerintah tinggal bersembunyi di balik kewenangan panel Panel Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.

Nampaknya pemerintah justru nyaman dengan tidak adanya kekosongan hukum dalam persoalan pemblokiran di internet. UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai salah satu produk hukum yang menangkap fenomena dunia internet dan media elektronik, ternyata hanya mengatur mengenai tindakan yang dilarang dan yang dimaknai sebagai pengaturan tentang jenis-jenis konten dilarang. Sebagai satu-satunya regulasi yang mengatur tata kelola internet di Indonesia, UU ITE cenderung berfokus pada pengaturan ihwal instrumen elektronik ketimbang meregulasi lalu lintas informasi elektronik di hadapan pengguna akhir.

Dampak dari kekosongan hukum itulah muncul Peraturan Menteri Kominfo No 19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs-situs Internet Bermuatan Negatif. Permen 19/2014 itu sendiri telah menuai banyak polemik karena dinilai tidak mampu menjawab persoalan kesewenang-wenangan dalam pemblokiran konten internet. Selain implementasinya yang sering kali bermasalah dan tidak menyediakan mekanisme yang transparan dan akuntabel, bentuk aturannya sendiri dinilai tidak legitimate.

Padahal sejatinya, pemblokiran konten merupakan bagian dari pembatasan hak asasi manusia (HAM) seperti hak atas informasi, pengetahuan dan berekspresi. Dan berdasar Pasal 28J Ayat (2) UUD 1945 dan hukum internasional hak asasi manusia, ketentuan pembatasan terkait HAM, termasuk prosedurnya, mesti diatur dalam format undang-undang bukan peraturan menteri.

Saat ini pemerintah bersama dengan DPR sedang membahas revisi UU ITE. Seharusnya pembahasan revisi UU ITE dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa persoalan pemblokiran harus diatur dalam UU, apakah itu dalam UU ITE atau UU Cyber Crime.

Namun, nampaknya yang terjadi sebaliknya. Pemerintah dan DPR nampaknya tidak memanfaatkan revisi UU ITE untuk mengurai carut marut persoalan pemblokiran internet di tanah air. Mereka justru menjadikan revisi UU ITE sebagai layaknya sinetron kejar tayang.

Bagaimana tidak, materi revisi UU ITE hanya menyasar persoalan pasal karet pencemaran nama baik. Itu pun pemerintah dan DPR nampaknya sepakat untuk tidak mencabutnya melainkan hanya mengurangi ancaman hukuman pidana. Persoalan pasal karet pencemaran nama baik memang krusial.

Namun, persoalan di internet bukan hanya soal pencemaran nama baik. Persoalan ketidakjelasan mekanisme, prosedur dan pemulihan website yang diblokir juga perlu diperhatikan.

Selain persoalan pemblokiran, persoalan perlindungan data pribadi di internet seharusnya juga diperkuat dalam revisi UU ITE. Semakin banyak aplikasi di internet yang mensyaratkan pengumpulan data pribadi penggunanya, jika tidak ada aturan yang jelas, akan berpotensi untuk disalahgunakan. Namun sayangnya, seperti dalam persoalan pemblokiran, persoalan perlindungan data pribadi ini nampaknya juga diabaikan dalam revisi UU ITE.

Nampaknya, kejar tayang revisi UU ITE yang sekarang sedang dibahas di DPR hanya menjadi medium pencitraan saja, baik pemerintah maupun DPR. Mereka seolah-olah memperhatikan kepentingan publik pengguna internet namun sejatinya tidak menyentuh substansi persoalan. Dan itu artinya, kedepan akan semakin banyak muncul desakan pemblokiran terhadap sebuah website dan aplikasi online.

Jika itu yang terjadi maka, hak publik atas informasi dan pengetahuan saat ini dan kedepan tergantung pada niat baik para anggota panel penilai situs konten bermuatan negatif, bentukan Kominfo. Dan tinggal sejengkal lagi Kominfo akan sama fungsi dan tugasnya seperti Departemen Penerangan di era rezim otoritarian Orde Baru.

Hard News : Danau Teluk Meluap

     Jalan Di desa Olak Kemang dan Desa Pelayangan yang menghubungkan ke jalan utama kota Sebrang, Jambi, mulai terlihat tertutup oleh genangan air yang terjadi akibat hujan deras yang turun dari seminggu terakhir di wilayah tersebut, Senin (21/11/2016).

"Hujan pagi tadi mulai turun pukul 08.20 Wita dan langsung deras. Sekitar 30 menit kemudian air mulai menggenangi jalan. Persis jam 9, ketika lihat lagi ke jalan, sudah banyak motor yang mulai terendam air dan  mulai sulit untuk berjalan," ujar Rodiah, warga Kampong Tengah.

Minggu (27/11/2016) sore kemarin, jalan itu juga tergenang banjir akibat hujan sejak subuh.

Rodiah mengaku terhambat untuk pergi bekerja karena pasti air yang ada di sungai Batanghari akan jauh lebih tinggi dari biasanya. Hal tersebut terjadi di akibatkan oleh hujan yang turun terus menerus. Menurut dia, bencana ini sudah sering terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya.

Warga Jambi Kota Seberang atau yang biasa di sebut SeKoJa mengkonfirmasi adanya insiden banjir yang kabarnya sudah hampir memasuki rumah warga. Sebagaimana yang terlihat, peristiwa ini dipicu oleh hujan yang terus terus menerus terjadi dan mengakibatkan air di Sungai Batanghari mengalami kenaikan drastis.

Anggun Lestari, salah satu mahasiswa PPl yang mengajar di SMP N 3 kota Jambi yang berasal dari Universitas Jambi, mengatakan bahwa air perlahanlahan mulai sangat tinggi Senin (28/11.2016) dan meresahkan sebagian besar murid yang berasa di SMP ini karena dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar yang seharusnya dapat berjalan dengan lancar.

Tidak hanya murid, air yang sudah sampai hingga batas lutut warga ini juga sangat meresahkan, di karenakan banyak penyakit yang mulai berdatangan diakibatkan oleh genangan air yang menimbulkan sarang nyamuk serta bermacam macam penyakit seperti Diare dan juga gatal gatal.

Sejumlah jalan yang direndam banjir pagi hingga siang ini bukan hanya desa yang telah disebutkan diatas. Sejumlah tempat lain juga tergenang, seperti Pasir Panjang, Tanjung Pasir, Tanjung Raden dan sebagian desa lainnya juga merasakan bencana ini.

Banjir bukan hanya merendam jalan raya, tetapi juga masuk ke beberapa rumah warga,yang rendah di bagian belakang kota sebrang. Warga harus menaiki sampan atau perahu untuk sampai ke jalan raya dari rumah mereka.

Tidak hanya itu, bahkan banyak anak yang bisa memancing ikan akibat genangan air yang perlahan menjadi semakin tinggi. Banyak warga merasa resah diakibatkan air yang mulai menggenangi sebagian isi rumah nya. Tetapi tidak bisa di pungkiri banyak pula warga yang terbantu dalam mencari ikan sebagai sumber pencarian mereka. Karena hampir 80% warga sebrang bermata pencarian sebagai nelayan di daerah tersebut.

Banyak pula muda mudi yang membantu memindahkan barang-barang mereka ke area yang lebih tinggi agar tidak terkena genangan air. Rumah warga di desa ini hampir semua nya terbuat dari bahan dasar kayu atau papan. Tetapi masih terlihat kokoh walau hampir setiap tahun merasakan bencana ini.

" Kalau Dulu tuh banjir kadang sampai ke atas lutut lebih, sampai-sampai semua barang habis tergenang aek. Tapi ini masih lumayan idak semua rumah tergenang aek lalu jugo aek nya baru sebatas betis anak “ kata Waksam warga Tahtul Yaman, Jambi Sebrang.

Walaupun tidak terlalu memprihatinkan tetepi warga kota Sebrang tetap harus berhati-hati dan selalu waspada untuk menjaga kesehatan mereka agar terhindar dari penyakit yang ada.

-Detry, Rizki Izefti-

Feature news : Sejuta Kebaikan, Satu Tindakan Kecil

Jambi- “ Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa” begitulah pandangan setiap orang terhadap guru mereka. Sebagaimana yang telah tertuliskan pada lirik lagu ciptaan Sartono berpuluh puluh tahun silam.

Seperti yang telah di lakunan Sekar Arum (51) perempuan yang tinggal di Sengeti, Jambi ini sangat berbesar hati untuk membuka sekolah gratis bagi siswa siswi di kampungnya. Padahal disamping itu ia juga harus mengurusi anak semata wayangnya Taofik (7) yang memiliki masalah pada indra pendengarannya.

Tidak hanya ikhlas membuka sekolah bagi anak anak yang kurang mampu, Sekar Arum juga kerap mengajari para ibu rumah tangga untuk membuat indrustri industri kecil dari barang bekas yang dapat di daur ulang kembeli menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti membuat keranjang kecil dari kantong plastik bekas (Kresek).

Saat ditemui Selasa (15/11/2016) seusai ia mengajarkan anak muridnya untuk saling menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan juga asri. Raut wajahnya tampak sangat lelah mesikipun ia tetap berusaha untuk tersenyum. Sembari menunggunya melepas penat seusai mengajar putra menghampirinya dengan membawa sebuah balok susun. Meski letih Sekar tetap membantu sang putra untuk menyelesaikan susunan balok itu dengan tepat.

“ hanya ini yang saya dapat lakukan” ujar Sekar dengan suara lemah.

Sekar pun mengenalkan putranya kepada kami semua. Sang putra memiliki masalah pada pendengarannya sejak ia berusian lima tahun. Sekar merupakan orang tua tunggal bagi Taofik. Meski banyak kekurangan dalam hidupnya sekar tetap berbesar hati untuk menjaga putranya, mendidik murid nya serta mengayomi para sahabatnya agar kelak dapat meraih kesuksesannya.

Menjadi seorang orang tua tunggal bukanlah suatu perkara yang mudah. Tak lama suara adzan pun mulai bergema. Ibu Sekar langsung memberi isyarat kepada sang putra untuk segera menunaikan kewajiban kita sebagai umat manusia. Ia tetap berusaha dengan tegar menjalani lika liku kehidupan ini. Menanggung beban-beban yang ia jalani setiap harinya. Ibu Sekar kembali bersiap untuk mengajarkan para ibu rumah tangga agar dapat mengenal tulisan dan dapat membaca dengan baik dan benar. Ia melalukan semua itu agar setiap ibu rumah tangga tidak di bodohi saat mereka bekerja atau sedang melalukan kegiatan lainnya. “Saya, bahagia dapat berbagi pada mereka semua. Saya memang orang susah yang tidak memiliki harta benda tetapi saya percaya apa yang bisa saya berikan ini dapat bermanfaat bagi mereka semua,” ujarnya.

Hanya itu kata-kata yang di ucapkan ibu Sekar. Sedikit namun sangat bermakna. Tidak perlu pangkat dan harta yang berlimpah untuk berbagi kebahagiaan sesama umat manusia.  Beliau pun tidak memandang ras, agama, maupun suku bangsa. Ia tetap membantu setiap orang yang membutuhkan bantuannya.

Walau ia memiliki kekurangan dari segi perekonomian, ibu Sekar tidak pernah patah semangat serta putus harapan untuk membantu sesama. Ia tidak pernah menyia nyiakan kesempatan untuk bekerja. Ia merupakan sosok wanita yang tegar dan tegas yang senantiasa berusaha untuk meraih kesuksesannya.

Walau sebagian warga banyak yang mencacinya karena menilai ibu Sekar sebagai sosok yang munafik dan sok perduli terhadap orang lain. Ia tidak pernah menyerah untuk memajukan masyarakat yang mendukungnya untuk meraih kesuksesan.

Perlahan tapi pasti! Itu merupakan sebuah ungkapan yang sangat tepat untuk menggambarkan sosok wanita seperti ibu Sekar Arum. Wanita kelahiran Brebes, Jawa timur ini telah membuktikan kerja kerasnya selama ini untuk membangkitkan semangat para ibu rumah tangga dan anak anak untuk senantiasa menuntut ilmu hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Walaupun ia tidak berasal dari Jambi asli tetapi ibu sekar tetap semangat untuk mewujudkan keinginannya untuk membantu sesama.

TOEFL and IELTS Prepare From Now On!

when Mr.Sahar was in England, United KingdomCloser to Mr. Saharudin

Lecturers who usually is well-known or called as Mr.Sahar or the full name of Drs. Saharudin, M.Ed., M.App, Sc., Ph.D., is a lecturer at the University of Jambi who is one of senior lecturer at University  which can be evidenced by the number of his students have become lecturers in the same university where he taught. He grew up in Miri, Sarawak Malaysia, Mr.Sahar educational path is complicated because he often did move with his parents, but the trip made him more independent personality and clever toward the surroundings. He studied elementary until junior high school in Miri, Sarawak Malaysia. Back to Indonesia he continued high school SMAN 7 Unjung Pandang Sul-Sel, Makasar and could also take SMA Negeri 1 Tarakan in East Kalimantan. Do not stop there, he returned to continue his education at a higher level.

Mr.Sahar known as someone who likes studying, he was taking his first college in the Teachers 'Training College (IKIP) of first strata Ujung Pandang which is now known as the Teachers' Training College (IKIP) Makassar. Programs are becoming chosen by him is Language Education and received his undergraduate degree in 1990. In that time, that was something rarely to get a scholarship, especially scholarship to study abroad. Not satisfy yet with the achieved his achievement, he was looking for some scholarships in Indonesia but none of them received him. But this is not the end of everything he thought to carry away; he finally began to look for scholarships to study abroad. Nothing to lose he though, he still effort in getting the scholarship that he wanted to. He received a scholarship from GINES to study abroad Leeds University in England. For his master study, TESOL courses that he took during 2 years. England is a very beautiful country. So, being a student there, is an unforgettable experience for this father of two children.

England is not the only country that he explored for study. He resumed his master study or second Strata, at LA Trobe University in Melbourne, in the Australia continent which concentrates on the majors Human Communication. Studying in a foreign land for second time make this father of 2 children, get a degree S2 "M, App.Sc" in 2000 quickly because he put his heart in studying. Not stopping there, he returned to continue for Doctor Degree in the similar university but with different majors. In 2003 he started his Doctor study with majors Alied Health. His family include his two children was brought at the time to settle in Australia.

After finishing his study he decided to live in Indonesia, but his wife and beloved children still stay in Australia. There was a question “why not live or work in Australia, sir?” this lecturer teaching material development for first and second Strata at University of Jambi answered the question asked by many students  "I think my knowledge is needed in Indonesia, especially in Jambi” humbly.   In 1993 Mr.Sahar first set foot on the Jambi of University to teach as a lecturer at department of English until now or he has taught here for 23 years.

Mr.Sahar gave advised the students, especially for students in the English department of education to not waste 3-4 years of their college that he notices that many students are children from village and hard, to still keep their dreams and work hard to achieve it. TOEFL and IELTS prepare from now. Spend at least one hour a day "is not too tiring not"? he said. "The fate from God will not change as long as you can change it". Those words from lecture who love to wear jeans uttered as a end of interview. (Yola Dwi Nina Rahayu & Tiara Indah Sari)

 

 

i

OPINION : PALESTINA, Masih Adakah Yang Peduli?

Dalam menyikapi isu global warming yang sedang mengancam bumi saat ini, rasanya tidak adil kalau tidak melihat isu-isu besar dunia yang potensial memicu konflik besar di jagad ini. Isu Palestina menjadi salah satu isu besar itu. Sebagai Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tentu saja Indonesia harus mengambil peran penting dalam usaha perdamaian di semenanjung Arab ini. Meski mungkin untuk saat ini Indonesia hanya bisa menyumbangkan dalam bentuk pikiran dalam usaha mencari jalan damai untuk saudara-saudara kita di Palestina.

Mendengar nama Palestina, tentu saja ini sangat mengusik perasaan Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, karena di Palestina selain juga berpenduduk Muslim, di sana juga berdiri masjid Al-Aqsa yang sangat berarti dalam sejarah perkembangan Islam dunia. Tetapi juga sebetulnya ikatan emosional dengan Palestina ini tidak hanya dari kalangan Islam, melainkan juga dari kalangan Kristen dunia, karena di Palestina tepatnya di kota Yerusalem merupakan daerah tempat kelahiran Isa Al-Masih. Jadi kemerdekaan Palestina tidak hanya penting bagi dunia Islam tetapi juga penting untuk dunia Kristen.

Bicara tentang Palestina dan kepentingannya, tentu saja kita sebagai Muslim harus adil. Sebab kemerdekaan dan ketenangan Palestina tidak mungkin akan didapatkan jika Israel masih terus memperluas daerah pemukimannya di Palestina. Cara terbaik untuk menyelesaikan konflik ini, tidak ada jalan lain kecuali membawa kasus ini kemeja perundingan, tetapi tentu saja dengan pendekatan baru.

Untuk menekan Israel agar mau kemeja perundingan, ini harus dilakukan oleh para Pemimpin Negara-Nagara Arab dan Islam, Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia,bahkan kalau perlu melibatkan semua negara yang ada didunia untuk menjadi saksi. Dan ini dilakukan di bawah komando PBB. Dalam kasus Israel, peran Amerika serikat, Dunia Islam, Uni Eropa dibawah komando PBB menjadi sangat penting.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah Amerika Serikat,Uni Eropa dan negera-negara pendukung Israel, harus mau mengakui dan menanda tangani Kemerdekaan Palestina, dan kemudian diikuti oleh negara-negara pendukung Palestina. Selanjutnya negara-negara pendukung Palestina menanda tangani kemerdekaan (keberadaan) Israel. Ini suka atau tidak, harus dilakukan oleh dunia Islam, karena kalau tidak dilakukan, tidak mungkin Israel dan Negara-Negara pendukungnya akan mengakui kemerdekaan Palestina. Dan tentu saja kedamaian di Palestina akan sulit terwujud.

Satu hal yang dikhawatirkan oleh dunia Islam, tentang Israel ini. Yaitu bahkan hampir semua kitab Suci pun mengingatkan untuk tidak melakukan perjanjian apapun dengan Israel, karena Israel dikenal sangat suka melanggar perjanjian. Untuk itu penekanan perjanjian perdamaian ini harus dilakukan dengan negara-negara pendukung Israel.Tentu saja harus diikuti dengan adanya sangsi bagi siapapun dari kedua negara tersebut, yang melakukan pelanggaran perdamaian.Dan jika misalnya Israel melakukan pelanggaran, maka Negara-Negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak akan membela Israel. Dan Negara-Negara pendukung Palestina berhak memberi sanksi perang atau boikot terhadap Israel, dibawah panji PBB. Dan ini juga dilakukan untuk Palestina jika seandainya Palestina melanggar.

Demikian opini tentang Save Palestina ini, yang tentu saja hanya bersifat opini. Dan ini didorong oleh keprihatinan yang mendalam terhadap penderitaan Rakyat Palestina, yang kemudian juga atas kesadaran bahwa tidak mungkin menghapuskan Israel dari peta dunia. Sebab bagaimanapun murkah-Nya Tuhan Yang Maha Kuasa atas pelanggaran-pelanggaran Israel,tetapi tidak lantas membuat kita sebagai hamba-Nya mengambil hak Allah ini,untuk membumi hanguskan Israel misalnya, karena belum tentu Allah menghendaki hal itu terjadi (Wallahu’alam bisyawab). Dan langkah yang bisa kita lakukan hanyalah mengusahakan perdamaian dunia. Semoga perpolitikan dunia akan menjadi lebih baik dan damai.

-Detry, Rizki Izefti-

students journalism

NITA PRASTUTI (RRA1B213015)

CLASS H

JOURNALISM

 

OPINION

PROGRAM BANK SAMPAH DI SMP-SMA ISLAM AL-FALAH KOTA JAMBI

 

            AL-FALAH adalah salah satu sekolah swasta yang ada di jambi yang kental ataupun kuat islamnya. Kebetulan saya sedang PPL disana, dan kebetulan OSIS di SMP-SMA ISLAM AL-FALAH memiliki program baru. Yang sangat menarik dan membuat saya serta warga yang ada di AL-FALAH merasa tertarik dan penasaran tentang adanya program baru ini. Setelah saya wawancara kepada salah satu Pembina yang membuat program baru ini, ternyata program ini sudah lama cuman baru direalisasikan.

            Program baru yang ada di AL-FALAH yaitu Bank Sampah. Bank Sampah sendiri merupakan program yang dibuat OSIS dari Pembina kebersihan OSIS yang kemudian membuat program ini. Dan disini Bank Sampah meminta siswa untuk mengumpulkan dan peduli terhadap sampah yang ada di sekolah yang kemudian ditabung di Bank Sampah yang tempatnya terletak di sebelah kelas vii4. Disana semua sampah di kelola oleh OSIS atau dikumpulkan secara rapi dan tetap bersih.

            Di Bank Sampah memiliki aturan untuk siswa yang ingin menabung sampah yaitu siswa harus membawa sampah minimal satu keranjang sampah yang dapat di kelola ataupun diproses kembali.  Karena sebelumnya lokasi sekolah agak kotor, kemudian OSIS berfikir untuk membuat program ini karena programnya menarik jadi siswa pun tertarik untuk berpartisipasi didalamnya.

            Dalam program Bank Sampah, setiap siswa yang menabung sampah dengan syarat yang sesuai akan diberi uang. Jadi program ini memiliki tujuan selain membuat lingkungan bersih dan terhindar dari sampah namun juga mengajarkan siswa untuk menabung dengan cara yang asik, menarik dan menyenangkan. Sejauh ini dari pengamatan kami dan dari wawancara salah satu guru yang ada di AL-FALAH yang bertindak sebagai Pembina dari kegiatan Bank Sampah ini kemajuannya sangat bagus. Dilihat dari partisipasi siswa yang setiap harinya semakin banyak juga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman. Karena jika lingkungan bersih dan siswa pun menjadi nyaman dan lebih fokus dalam mengikuti pelajaran yang di berikan oleh guru.

            Jadi program baru ini berlangsung setiap hari di jam istirahat kedua. Semua siswa bisa menabung sampah di Bank Sampah sebelum dan sesudah sholat dzuhur. Dan biasanya dari anggota OSIS akan memandu siswa dalam menabungkan sampah yang sudah terkumpul yang kemudian di berikan uang.

            Pendapat saya tentang program baru yang ada di AL-FALAH yang di bentuk oleh OSIS SMP-SMA AL-FALAH sangat bagus dan kreatif terlihat dari semua partisipasi warga sekolah. Karena program baru ini meminta siswa untuk membersihkan lingkungan sekolah dengan cara yang berbeda. Dan menurut saya dari yang saya lihat tidak hanya siswa yang berperan aktif namun semua guru ataupun semua warga sekolah yang ada di AL-FALAH sangat kompak untuk memajukan program Bank Sampah ini.

            Harapan saya program baru bentukan OSIS ini akan terus berlangsung dan semakin baik lagi untuk kedepannya. Karena saya salah satu warga di sekolah AL-FALAH melalui PPL merasa sangat bangga dengan adanya program baru ini. Seperti wawancara saya dengan salah satu guru Pembina program Bank Sampah juga mengatakan bahwa “keberihan merupakan sebagian dari iman”.

Student Journalism